Press "Enter" to skip to content

Apa yang salah dengan Valentine?

14 Februari, sebuah hari di mana orang-orang menyebutnya sebagai Valentine Day atau dalam kehidupan sehari-hari menyebutnya sebagai Hari Kasih Sayang. Sebuah hari di mana orang-orang saling berbagi kasih sayang kepada pacar, mantan, atau teman. Bahkan suami istri pun terkadang juga merayakan hari ini.

Banyak kaum non Kristen yang membenci akan hari ini. Alasan paling kuat yang saya dengar adalah karena Valentine Day merupakan perayaan umat Kristen, sehingga di larang untuk ikut merayakan Valentine Day tersebut. Bahkan ada orang yang mengkaitkan dengan kejadian meletusnya gunung kelud tahun 2014 silam karena Valentine Day. Padahal saya pribadi sebagai seorang Nasrani tidak pernah ada perayaan Valentine Day di gereja secara meriah.

Menurut sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kasih_Sayang#Hari_Raya_Gereja

14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Lihat yang saya buat tebal, awalnya di tetapkan sebagai peringatan Santo Valentinus. Namun karena Santo Valentinus memiliki banyak versi asal-muasalnya, sehingga tidak ada kejelasan.

Sumber lain : http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/misteri-valentine-s-day-2-mitos-santo-valentinus.htm mengatakan:

Hari Valentine yang oleh Paus Gelasisu II dimasukkan dalam kalender perayaan Gereja, pada tahun 1969 dihapus dari kalender gereja dan dinyatakan sama sekali tidak memiliki asal-muasal yang jelas. Sebab itu Gereja melarang Valentine’s Day dirayakan oleh umatnya.

Nah bisa dibaca kan, bahkan Gereja pun melarang. Sehingga dapat di simpulkan bahwa Valentine Day BUKAN perayaan umat Kristen.

Melihat realita masyarakat yang sering merayakan Valentine Day dengan tukar coklat, dan sebagainya. Itu semua merupakan dampak westernisasi budaya barat. Valentine Day itu adalah budaya barat. Bahkan Indonesia tidak mengenal budaya tersebut.

Jadi apa salahnya Valentine Day atau Hari Kasih Sayang? Mengapa kita harus membencinya? Mengapa kita harus tidak menyukainya?

Hari kasih sayang bukan hanya sekali setahun, namun setiap waktu kita dapat berbagi kasih sayang terhadap sesama. Bahkan semua ajaran agama mengatakan hal tersebut. Namun lihatlah realita kehidupan manusia saat ini. Apakah sudah ada sikap kasih dalam kehidupan manusia? Pembunuhan, pemerkosaan, percabulan, dsb. Konflik yang terjadi di tengah masyarakat tidak menunjukan sikap kasih dalam masyarakat.

Jadi nggak usah ngejudge Hari Kasih Sayang atau yang biasa di sebut dengan Valentine Day itu harus haram, sebelum anda benar-benar mengerti dan memahami arti kasih.

Sebagai penutup ada video yang bagus, judulnya Valentine’s Pray

Be First to Comment

Kebijakan Komentar

**Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin.

**DILARANG MENGGUNAKAN FITUR KOMENTAR UNTUK PROMOSI. SEKALI PROMOSI AKAN LANGSUNG DIHAPUS.

**Mohon berkomentar yang bermutu dan relevan dengan isi tulisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *